Perkuliahan 7 (25 Oktober 2020)

SEMESTER 3 (GANJIL) - 2020/2021

S1 - TEKNIK INFORMATIKA

Keamanan Sistem Komputer C31040319

Dosen : DESI ROSE HERTINA, S.T., M.Kom.

 

Nama : Salsabila Hadis Sudjarwo

NIM : 201931005

Asal : Surabaya, Jawa Timur

Lokasi saat ini : Surabaya, Jawa Timur



 

Pengertian Steganografi

    Steganografi adalah sebuah seni dan ilmu dalam menulis pesan tersembunyi atau menyembunyikan pesan dengan sebuah cara sehingga selain penerima dan pengirim, tidak seorangpun yang bisa mengetahui bahwa ada suatu pesan rahasia.

 

Sejarah Steganografi

    Periode sejarah Steganografi dapat dibagi menjadi :

1. Steganografi kuno (ancien steganography)

2. Steganografi zaman renaisans (renaissance steganography)

3. Steganografi zaman perang dunia

4. Steganografi modern

    Stenografi berkembang mulai beberapa abad sebelum Masehi. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan dibeberapa tempat didunia. Perkembangan stenografi tersebut dapat terlihat di negara-negara tertentu, misalnya : 

    1. Stenografi yang dikarang oleh Timothy Bright pada tahun 1588 John Willis pada tahun 1602 dan J. Pitman yang semuanya dari Inggris (London) 

    2. Stenografi yang dikarang oleh Gregg dan John Comstock Evans. 

    3. Di Jerman terdapat pengarang F.X Gabelsbelger pada tahun 1824. 

    4. Stenografi oleh Abel Duploge tahun 1862 dan Prevost Delanncy tahun 1878 dari Perancis. 

    5. Di Belanda terdapat pengarang A.W. Groote pada tahun 1899 dan disusul oleh Gerard Schaap. 

    6. Di Indonesia terdapat pengarang J. Paat/Sabirin dan Karundeng tahun 1925.

    Berdasarkan Surat Keputusan No.51/1968 tanggal 1 Januari 1968 telah ditetapkan sistem Karundeng sebagai sistem stenografi standar mata pelajaran pada Lembaga-Lembaga Pendidikan

 

Perbedaan Kriptografi dengan Steganografi

    Perbedaan yang mendasar mengenai kriptografi dan steganografi adalah hasil tampilan pesan ketika sudah disisipi pesan rahasia. Pada kriptografi pesan yang sudah disisipi pesan rahasia akan sangat berbeda dengan pesan sebelum disisipi pesan rahasia. Maka bagi pihak ketiga yang melihat pesan hasil keluaran kriptografi akan curiga walaupun pihak ketiga tersebut juga tidak mengetahui maksud dari pesan tersebut.

    Sedangkan pada steganografi, pesan yang sudah disisipi pesan rahasia akan tampak sama (dengan kasat mata) dengan pesan sebelum disisipi pesan rahasia (pesan rahasia tersamarkan dalam cover text). Sehingga pihak ketiga tidak tahu bahwa dibalik pesan asli (cover text) tersembunyi pesan rahasia dibaliknya.

    Keuntungan steganografi dibandingkan dengan kriptografi adalah bahwa pesan dikirim tidak menarik perhatian sehingga media penampung / (cover text),  yang membawa pesan tidak menimbulkan kecurigaan pihak ketiga. Keuntungan dari kriptografi dibandingkan dengan steganografi adalah byte dari pesan yang yang diubah dengan metode kriptografi tetap ralatif sama.

 

Tujuan Steganografi

Tujuan dari steganografi yaitu merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan sebuah sebuah informasi. Kebanyakan pesan disembunyikan dengan cara membuat perubahan kecil terhadap data digital lain yang isinya tidak menarik perhatian, contohnya yaitu gambar yang terlihat tidak akan berbahaya. Perubahan ini bergantung kepada kunci (sama dengan kriptografi) dan pesan untuk yang disembunyikan. Orang yang menerima gambar akan dapat menyimpulkan informasi dengan cara mengganti kunci yang sebenarnya ke dalam algoritma yang digunakan.

Pada steganografi cara ini sangat berguna jika digunakan pada  komputer karena banyak format yang berkas digital yang bisa dijadikan media untuk menyembunyikan pesan. Format yang digunakan di antaranya:

  • Format image : gif, bitmap (bmp), jpeg, pcx, dll.
  • Format audio : voc, wav, mp3, dll.
  • Format lain : html, teks file, pdf, dll.

 

Pemanfaatan Steganografi

  • Untuk mencatat dan membuat catatan yang bersifat rahasia
  • Untuk menterjemahkan rekaman hasil sidang atau rapat, karena dengan steno dapat diterjemahkan dengan cepat
  • Untuk mencatat berita atau pesan melalui pesawat telepon atau berupa sandi-sandi, baik bagi operator sekretaris maupun bagi petugas airport

 

Metode Steganografi

1. Algoritma Steganografi Kompresi

    Secara teknik, kompresi berarti proses memampatkan sesuatu yang berukuran besar sehingga menjadi kecil. Dengan demikian kompresi data berarti proses untuk memampatkandata agar ukurannya menjadi lebih kecil. Pemampatan ukuran besar melalui proses kompresi hanya diperlukan sewaktu berkas tersebut akan disimpan dan atau dikirim melalui media transmisi atau telekomunikasi. Apabila berkas tersebut akan ditampilkan kembali pada layar monitor, maka data yang terkompresi tersebut harus dibongkar lagi dan dikembalikan pada format semula agar dapat dibaca kembali. Proses pembongkaran berkas yang dimampatka inilah yang disebut dekompresi. Satuan yang cukup penting dalam kompresi data adalah compression ratio yang menggambarkan beberapa besar ukuran data setelah melewati proses kompresi dibandingkan dengan ukuran berkas asli.

 

2. Algoritma Steganografi Spread Spectrum

Spread spectrum merupakan teknik pentransmisian menggunakan pseudo-noise code, yang independen terhadap data informasi sebagai modulator bentuk gelombang untuk menyebarkan energi sinyal dalam sebuah jalur komunikasi (bandwith) yang lebih besar daripada sinyal jalur komunikasi informasi. Oleh penerima, sinyal dikumpulkan kembali menggunakan replika pseudo-noise code tersinkronisasi

 

3. Algoritma Steganografi Redundant Pattern Encoding

    Redundant Pattern Encoding adalah menggambar pesan kecil pada kebanyakan gambar. Keuntungan dari metode ini adalah dapat bertahan dari cropping (kegagalan). Kerugiannya yaitu tidak dapat menggambar pesan yang lebih besar.

 

4. Algoritma Steganografi Leas Significant Bit Insertion

Least significant bit atau biasa disingkat LSB adalah bagian dari barisan data biner (basis dua) yang mempunyai nilai paling tidak berarti/paling kecil. Letaknya adalah paling kanan dari barisan bit. Sedangkan most significant bit adalah sebaliknya, yaitu angka yang paling berarti/paling besar dan letaknya disebelah paling kiri. 

Dalam bilangan bulat biner LSB adalah posisi bit yang memberikan nilai satuan, yaitu menentukan apakah bilangan genap atau ganjil.

Metode Steganografi LSB menyembunyikan pesan dalam suatu file dengan cara mengganti sedikitnya beberapa bit dari file itu sendiri dengan bit dari suatu pesan yang ingin disembunyikan.

Kekurangan Least Significant Bit Insertion (LSB) dari contoh 8 bit pixel yang menggunakan teknik LSB maka dapat secara drastis mengubah unsur pokok dari warna dari pixel. Hal itu dapat menunjukkan perbedaan yang nyata dari cover image menjadi stego image, sehingga perbedaan tersebut dapat dinyataan sebagai keberadaan steganografi. Kelemahan lain dari metode LSB yaitu mudah diserang dalam pemrosesan image, seperti cropping dan compression. Namun metode LSB ini memiliki keuntugan yaitu cepat dan mudah, serta sudah ada aplikasi yang mendukung

 

Stegosistem

Stegosistem berisi tentang penyerangan-penyerangan yang dilakukan terhadap suatu sistem steganografi, sebuah perbedaan penting harus dibuat di antara penyerangan-penyerangan pasif di mana penyerang hanya dapat memotong data, dan penyerangan-penyerangan aktif di mana penyerang juga dapat memanipulasi data

 

Proses Stegosistem

Imperceptible, Keberadaan pesan rahasia tidak dapat dipersepsi secara visual atau secara audio (untuk stego-audio).

Fidelity, Kualitas cover-object tidak jauh berubah akibat penyisipan pesan rahasia.

Recovery, Pesan yang disembunyikan harus dapat diekstraksi kembali.

Capacity, Ukuran pesan yang disembunyikan sedapat mungkin besar

 

Model Stegosistem

  • Stego-Only-Attack (Penyerangan hanya Stego). Penyerang telah menghalangi stego data dan dapat menganalisisnya.
  • Stego-Attack (Penyerangan Stego). Pengirim telah menggunakan cover yang sama berulangkali untuk data terselubung. Penyerang memiliki berkas stego yang berasal dari cover file yang sama. Dalam setiap berkas stego tersebut, sebuah pesan berbeda disembunyikan.
  • Cover-Stego-Attack (Penyerangan selubung Stego). Penyerang telah menghalangi berkas stego dan mengetahui cover file mana yang digunakan untuk menghasilkan berkas stego ini. Ini menyediakan sebuah keuntungan melalui penyerangan stego-only untuk si penyerang.
  • Manipulating the stego data (Memanipulasi data stego). Penyerang memiliki kemampuan untuk memanipulasi data stego. Jika penyerang hanya ingin menentukan sebuah pesan disembunyikan dalam berkas stego ini, biasanya ini tidak memberikan sebuah keuntungan, tapi memiliki kemampuan dalam memanipulasi data stego yang berarti bahwa si penyerang mampu memindahkan pesan rahasia dalam data stego (jika ada).
  • Manipulating the cover data (Memanipulasi data terselubung). Penyerang dapat memanipulasi data terselubung dan menghalangi hasil data stego. Ini dapat membuat tugas dalam menentukan apakah data stego berisikan sebuah pesan rahasia lebih mudah bagi si penyerang.

 

 

 

Sumber :

id.wikipedia.org

www.innersa-lab.com

dinus.ac.id

i-3.co.id

media.neliti.com 

www.kajianpustaka.com

pendidikan.co.id

informatika.stei.itb.ac.id

socs.binus.ac.id

www.4n6blabs.org

kodingbagus.blogspot.com

jurnal.fmipa.unila.ac.id

 

 

Link teman kelas KSK : https://ksksalsabila1931005.blogspot.com/2020/11/perkuliahan-9-ksk.html 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkuliahan 12 (21-22 November 2020)

Perkuliahan 13 (24 November 2020)

Perkuliahan 2 (21-27 September 2020)